Selasa, 24 Desember 2013

Cintailah Musuhmu

Di Suatu pengajian seorang jamaah bertanya kepada ustad, “Pak Ustad, saya ini sedang pusing.  Di kantor saya sedang punya banyak musuh. Mereka membenci saya tanpa diketahui sebabnya. Saya merasa mereka ini berniat jahat kepada saya dan hanya mennggu waktu yang tepat untuk melaksanakan niatnya itu. Apa yang harus saya lakukan Pak Ustad ? Saya tidak bisa tenang selama mereka belum dipindahkan dari kantor” . Sang Ustadz pun tersenyum sambil menjawab :”Pertama sekali Anda harus mengucapkan syukur Alhmadulillah atas rahmat Allah ini. Si jamaah kaget. “Apa -apaan Ustad ini, punya banyak musuh kok disuruh bersyukur ? ” batin jamaah itu.

Belum sempat dia lontarkan keheranannya, Ustad tersebut lanjut nenjelaskan, “Allah memberikan kita musuh karena Dia sayang sama kita, hambanya. Dengan kehadiran musuh, kita mendapatkan banyak manfaat. Setidaknya kita akan selalu waspada dan hati dalam setiap pekerjaan dan langkah kita. Merasa selalu ada yang mengawasi, memperhatikan serta mencari - cari salah kita. Untuk menghindari diri kita mendapat masalah karena kesalahan kita diungkap oleh musuh - musuh tersebut, kita pasti selalu berbuat sebaik dan sebenar mungkin. Musuh menjadikan kita waspada, cermat, giat dan takut berbuat kesalahan sedikitpun. Tanpa kita sadari, keberadaan musuh - musuh itu berguna untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja kita. Berterima kasihlah kepada musuh - musuhmu”, saran Ustad kepada jaamaahnya itu.

Robert Greene dalan bukuannya “The 48 Laws of Power” menuliskan panjang lebar bagaimana bermanfaatnya kehadiran musuh di sekeliling kita. Tanpa kehadiran musuh, kita akan menjadi malas, sembrono, melemahkan semangat untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Tanpa kehadiran musuh, anda tidak tahu seberapa besar kemampuan anda dan kehilangan orientasi atau arah yang dapat memacu Anda untuk terus maju dan maju. Berterima kasihlah kepada musuh - musuh Anda.

Seorang yang hidup dengan situasi pengepungan dari musuh - musuhnya, akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar dari pengepungan itu dan selanjutanya bertekada kuat untuk menaklukan musuh - musuhnya. Jauh lebih baik bagi kita hidup dengan mengetahui kehadiran seorang musuh atau lebih, daripada hidup bersama - sama banyak orang yang semula kita anggap sebagai teman ternyata menikam disaat kita lengah.

Amerika Serikat merasa meraih manfaat yang begitu besar ketika selama puluhan tahun mereka bermusuhan dengan negara Uni Sovyet. Keperkasaan Amerika Serikat yang dimiliki sekarang ini berkat jasa luar biasa dari musuh utama mereka : Uni Sovyet. Sebaliknya, China merasa berutang budi kepada Amerika Serikat yang karenanya lah China mampu menjadi negara kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia dan memiliki cadangan devisa terbesar di dunia. Rasa takut Amerika Serikat terhadap China melebihi rasa takutnya kepada Uni Soviet saat perang dingin terjadi puluhan tahun yang lalu.

Ketertinggalan China dari Amerika Serikat di bidang teknologi militer, mereka balas dengan kekuatan cadangan devisa yang luar biasa besar yang mampu menghancurkan ekonomi dan kehidupan negara adi daya Amerika Serikat. Tidak pernah negara atau pemerintah China mendapatkan perlakuan keras dan kasar dari AS sebagaimana sering dulu dilakukan AS kepada Uni Soviet.

Seorang petinju mutlak membutuhkan sparring patner agar dia tahu kekuataan pukulannya dan kemampuannya menerima pukulan lawan. Keberadaan musuh penting bagi kita untuk mengetahui kekuatan kita yang sesungguhnya.

Dalam ilmu manajemen atau kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu menciptakan suasana menyerupai atau seolah- olah konflik. Kita mengenal istilah manajemen konflik. Melalui konflik yang sengaja diciptakan, organisasi dan para staf kita terbiasa untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam rangka mengalahkan musuh - musuhnya. Kebiasan menghadapi musuh dan mendapatkan kemenangan merupakan modal kepercayaan diri yang besar ketika menghadapi persoalan atau musuh yang sesungguhnya. Ketika Anda tidak memiliki seorang musuh pun, maka Anda hatus menentukan sasaran mana yang Anda tetapkan sebagai musuh. Bahkan seorang teman pun bisa Anda jadikam sebagai musuh.

Seorang politisi atau pemimpin bangsa juga sangat memerlukan kehadiran seorang atau sesuatu untuk dijadikan sebagai musuh agar dia dapat menetapkan dasar - dasar perjuangannya dan membawa rakyatnya bersama - sama untuk memerangi musuh tersebut. Bung Karno menciptakan Amerika dan Inggris sebagai musuhnya dan musuh rakyat Indonesia. “Amerika kita seterika, Inggris kita linggis !” Pekik Bung Karno dalam setiap kesempatan berpidato di hadapan puluhan ribu rakyatnya. Pidato seperti itu bagaikan vitamin penambah semangat rakyat dan menciptakan misi dan tujuan yang jelas dari kepemimpinannya.

Terakhir sebagai penutup, ingatlah baik - baik, bahwa dalam mencari atau menetapkan musuh bilamana musuh tersebut tidak hadir di sekitar kita, pilih atau tetapkanlah musuh yang pasti dapat kita kalahkan. Agar perjuangan kita melawan “musuh” tersebut dapat berakhir dengan kemenangan dan itu artinya kebahagian luar biasa untuk anda dan semua orang yang jadi bawahan atau staf anda. Jika hal tersebut tidak mungkin,  Anda diperkenankan menciptakan musuh anda secara imajiner. Maka, jangan membenci musuh anda, berterima kasihlah kepada mereka. Cintailah mereka karena mereka yang membawa anda ke jalan kesuksesan dan kehidupan yang lebih gemilang. Sekian.

Sabtu, 21 Desember 2013

Bahkan Abraham Samad Pun Takut Usut Korupsi Dahlan Iskan

Perilaku tidak jujur, penipuan, kebohongan publik, kelicikan, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) Dahlan sudah sejak sebulan terakhir menjadi isu sentral dan polemik besar di ranah sosial media. Karena dinilai mustahil media massa nasional bersedia dan berani mengungkap korupsi serta kejahatan Dahlan Iskan melalui pemuatan berita di media – media mainsteram, akun Twitter @triomacan2000 sejak sebulan lalu terus menerus berkicau mengenai sosok Dahlan Iskan yang sebenarnya. Akun ini secara detail dan gamblang kicaukan banyak tindak pidana kejahatan Dahlan iskan selama ini, mulai dari penggelapan uang sumbangan bencana hingga korupsi Dahlan Iskan saat menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero), merugikan negara Rp. 37 triliun. Tak ketinggalan juga dikicaukan modus – modus KKN Dahlan Iskan di berbagai BUMN yang kian menggila sejak ditunjuk Menteri BUMN RI. selaku Dalam bahasa gampangnya, diduga kuat terjadi tindakan yang berpotensi merugikan negara hingga Rp 37 triliun lebih.

Polemik muncul karena para Dahlanis (sebutan bagi tim relawan yang siap berjibaku mengantar Dahlan menjadi Presiden RI) mempermasalahkan tweet (kicauan) tentang fakta ketidakjujuran Dahlan berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat memimpin perusahaan listrik milik negara itu. Silang pendapat terkait penggunaan kata korupsi yang dipakai pemilik akun dengan pemahaman inefisiensi yang diyakini Dahlanis bukanlah korupsi. Begitu kuatnya pembelaan buta yang dilakukan Dahlanis, sampai-sampai Suara Rakyat @triomacan2000 membuktikan janjinya membuka lengkap hasil audit BPK terhadap kinerja PT PLN di bawah kendali Dirut Dahlan Iskan. Tentu termasuk penggambaran fakta-fakta modus dan cara ‘pencapaian prestasi’ inefisiensi yang membuat negara merugi triliunan rupiah itu.
Entah apa yang dibenak dan bagaimana rusaknya moralitas para Dahlanis itu, yang jelas, di tangan Dahlan, PT PLN secara ekonomis sebuah perusahaan bukannya meraup keuntungan bagi negara sebagai pemiliknya.

Sebaliknya, justru kerugian yang nilainya lebih dari lipat enam kasus BLBI. Mereka dengan modal ‘keluguan’, ‘apa adanya’ dan ‘jujur’ berusaha meyakinkan bahwa yang terjadi adalah inefisiensi. Meski faktanya tetap merugikan keuangan negara. Dan kerugian negara dalam hukum pidana dikenal dengan sebutan KORUPSI.

Secara singkat kita berikan sedikit contoh dan modus penipuan seorang anak manusia yang bernama Dahlan Iskan :
1. Dahlan Iskan adalah seorang Pembohong. Dahlan berbohong kepada dirinya sendiri, keluarga, rakyat Indonesia dan Allah ketika dia mengatakan bahwa tanggal lahirnya adalah 17 Agustus 1951 dengan alasan tanggal 17 Agustus itu dipilih karena dia tidak ingat tanggal lahirnya. Sungguh alasan yang tidak masuk akal karena Dahlan Iskan mempunya orang tua, saudara, keluarga dan pihak lain yang tahu persis tanggal lahirnya. Semua agama mengajarkan bahwa : Kebohongan adalah Ibu dari semua kejahatan.

2. Dahlan Iskan adalah seorang Peselingkuh dan Penzina. Dahlan berbohong kepada rakyat dengan mengaku beristri satu yakni Ibu Nafsiah seorang, sedang semua staf, karyawan dan keluarga besar Jawa Pos Grup tahu Dahlan Iskan beristri lebih dari satu, termasuk Nany Wijaya, Heidy Lorens dan perawat rumah sakit berwarga negara china yang dia nikahi beberapa tahun lalu. Mungkin masih banyak lagi istri gelap Dahlan Iskan yang disembunyikannya.
Mengenai Nany Widjaya dan Hedy Lorens keduanya mantan wartawan. Nany bahkan mantan wartawan Jawa Pos yang sempat mencuat namanya karena liputan ‘Revolusi Orange’ yang dilaporkannya dari Manila Pilipina saat terjadi revolusi EDSA disana pada tahun 2001 lalu. Hubungan Nany dengan Dahlan diawali dengan perselingkuhan yang mereka lakukan sampai akhirnya perzinahaan itu diketahui oleh istri Dahlan, Ibu Nafsiah. Baru tak lama setelah peristiwa memalukan itu Nany dan Dahlan menikah, mengakhiri ‘kumpul kebo-nya’ selama bertahun – tahun.

3. Dahlan Iskan adalah seorang Penjahat, penggelap uang sumbangan untuk korban bencana. Selama setahun terakhir ini Dahlan Iskan secara total menampilkan pencitraan dirinya sebagai sosok yang sederhana, merakyat, bersih bagai malaikat, tak punya dosa dan figur antikorupsi. Ia bahkan menyerang partai-partai politik dan anggota DPR yang dituduhnya serakah dan pemeras BUMN.
Padahal Dahlan sejatinya jauh lebih korup, penipu dan pemeras. Kejahatan luar biasa Dahlan Iskan adalah pada penggelapan uang sumbangan pembaca Jawa Pos untuk disalurkan kepada ribuan warga Maumere, Sikka, NTT yang menjadi korban dan dirundung berduka akibat bencana tsunami dan gempa 7.8 SR pada 12 Desember 1992. Tidak kurang 2570 orang tewas dan puluhan ribu warga mengalami luka, sakit dan terancam kelaparan akibat bencana alam tersebut.
Dahlan Iskan dan Nany Wijaya melalui Harian Jawa Pos memuat pengumuman kepada warga Jawa Timur dan sekitarnya agar menyumbang uang dan lain – lain untuk korban bencana. Harian Jawa Pos berhasil menghimpunuang sumbangan sekitar Rp 1.7 miliar. Jumlah yang sangat besar pada saat itu (1993). Bila dikonversi dengan nilai uang saat ini (2013) sekitar Rp 41 miliar. Namun, sungguh tragis, uang sumbangan rakyat Jawa Timur yang seharusnya disalurkan Dahlan Iskan kepada ribuan rakyat Maumere, Sikka, NTT, para korban bencana gempa dan tsunami, justru disalahgunakan. DiGELAPKAN DAHLAN ISKAN. Astagfirullah …
Uang tersebut tak pernah sampai ke rakyat Maumere NTT. Entah setan iblis mana yang menjerumuskan Dahlan Iskan dan Nany Widjaya sampai tega berbuat keji memakan uang bantuan hak orang korban bencana. Kasus penggelapan uang sumbangan bencana Maumere NTT ini sudah sampai di Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Namun kasusnya kemudian dipetieskan tim penyidik Kejati Jatim karena tekanan dan ancaman dari kelompok media Jawa Pos dan melalui lobi Dahlan Iskan kepada pejabat – pejabat tinggi Jatim dan Jakarta untuk membantu menghentikan kasus yang sangat memalukan itu.

4. Dahlan Iskan adalah seorang Pencuri. Pada Tahun 2001, tim Operasi Penertiban Aliran Listrik (Opal) dari rayon PLN Mayjen Sungkono Surabaya menemukan pencurian listrik di kantor pusat Jawa Pos, Gedung Graha Pena Surabaya. Pencurian listrik berdaya 1600 KVA itu diprediksi merugikan Negara miliaran rupiah. Tim Opal kemudian menetapkan denda sebesar Rp 2 miliar. Sayangnya, ketika kasus tersebut sampai di Unit Bisnis Distribusi (UBD) Jatim yang saat itu dipimpin Fahmi Mochtar, seperti hilang begitu saja. Rupanya Jawa Pos menekan PLN dengan melakukan running kasus korupsi di tubuh PLN yang saat itu dikenal dengan “Paidjo Gate” selama hampir enam bulan. Akibatnya PLN pun tak berkutik hingga kasus ini menguap. Ironis memang, Gedung Graha Pena yang notabene dimiliki Dahlan, mencuri listrik, tapi kemudian Dahlan bisa menjadi Dirut PLN.
Di kalangan tertentu di Surabaya ada anekdot tentang Dahlan Iskan : “Dahlan Iskan berhasil menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN karena dia tahu bagaimana cara mencuri listrik negara dan tahu bagaimana cara merampok BUMN dengan cara terang – terangan namun tetap bisa aman. Tidak masuk penjara”.

5. Dahlan Iskan adalah seorang Koruptor ulung. Pada tahun 1999 beberapa perusahaan daerah (PD Aneka Pangan, PD Sarana Bangun, PD Aneka Kimia, PD Aneka Jasa & Permesinan dan PD Aneka Usaha) dilebur menjadi satu holding company bernama PT Panca Wira Usaha Jatim (PT PWU Jatim). Dahlan yang kala itu menduduki posisi CEO Jawa Pos Group pun dijadikan direktur utama. Tujuannya tentu saja untuk efisiensi dan menjadikan BUMD yang baru itu mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi PAD Pemprov Jawa Timur. Akan tetapi bak api jauh dari panggang, ternyata harapan terlalu jauh dari kenyataan. Sejak didirikan tahun 1999 yang lalu sampai sekarang, PT PWU Jatim tetap saja didera kerugian terus menerus. Alhasil pemprov Jatim pun harus selalu merogoh koceknya untuk mengucurkan dana yang diambilkan dari APBD kepada PWU Jatim untuk menyelamatkannya dari kebangkrutan. Hingga tahun 2009 yang lalu saja, dimana Dahlan menjadi Dirut PWU, Pengprov Jatim telah mengeluarkan dana bagi BUMD itu sebesar Rp 169 miliar. Tapi setorannya kepada PAD sangat minim. Lantas dimana kehebatan CEO-nya?. Yang menarik justru sejak PT PWU yang dipimpin Dahlan dibentuk dan ditengah-tengah kuncuran tambahan modal yang melimpah dari Pemprov jatim, banyak aset PT PWU yang hilang menguap tak tahu rimbanya. Aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di seantero Jatim semaikin lama semakin menyusut. Dalam daftar asset BUMD yang disusun PT PWU Jatim pada tahun 1999, tercatat PT PWU Jatim memiliki tanah seluas 904.072 m2 dengan bangunan seluas 235.793 m2. Akan tetapi sejak beberapa tahun sebagian besar tanah dan bangunan itu telah berpindah tangan.
Di Surabaya saja terdapat bangunan seluas 143.757 m2 yang tersebar di berbagai persil seluas 365.843 m2. Namun, banyak yang tidak lagi dibawah penguasaan PT PWU Jatim. Sebagian besar hak atas tanah dan bangunan telah berpindah tangan kepada pihak lain karena diam-diam dijual dan dialihfungsikan. Sebut saja persil di Jl Setail 44 Surabaya yang sudah sejak lama berpindah tangan. Begitu pula sejumlah persil milik eks berbagai PD di sepanjang Jl Ngagel Surabaya, hanya tinggal satu persil yang masih dikuasai PT PWU Jatim. Yakni, di Jl Ngagel 159 yang kini menjadi kantor PWU Jatim Unit Persewaan. Selebihnya yang semula berupa pabrik karet, pabrik aki, pabrik roti, perkantoran dan pergudangan serta perumahan karyawan tidak berbekas lagi. Deretan bangunan di atas tanah di Jl Ngagel 127, 133, dan 139-141 Surabaya kini telah menjadi hotel, stasiun pompa bensin dan mall (Carrefour). Begitu pula bangunan Jl Ngagel 77 dan 213, sejak tahun 2007 sudah berubah menjadi kompleks ruko. Hal yang sama juga terjadi di Kota Kediri. Bangunan dan tanah seluas 32.439 m2 milik PT PWU Jatim di Jl Basuki Rahmat Kediri, yang semula adalah Koperasi TNI AD telah menjadi Kompleks Ruko.

6. Dahlan Iskan adalah seorang Penipu, sumber penderitaan rakyat. Setelah sukses besar menggarong aset BUMD Jatim sampai kandas, Dahlan Iskan kian ahli, berpengalaman dan bertambah percaya diri menjalankan aksi penipuan dan korupsi. Pada tahun 2002 Dahlan Iskan sudah mengincar Gubernur Kalimantan Timur Suwarna AF sebagai target korban penipuan berikutnya. Secara khusus Dahlan menemui Suwarna dalam rangka membujuk sang gubernur untuk bersedia mendirikan perusahaan daerah (perusda) ketenagalistrikan untuk diberi mandat membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik guna mengantisipasi kebutuhan listrik masyarakat dan industri Kaltim yang semakin besar dan tidak bakal mampu dipenuhi oleh pemerintah melalui PT. PLN (Persero).
Gubernur Kaltim pada saat itu memang sudah berencana untuk mendirikan sebuah PLTU di propinsi yang dipimpinnya. Suwarna setuju untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan PLTU melalui pembentukan Perusda Kelistrikan. Apalagi, Dahlan menyatakan kesediaan dan kesanggupannya untuk menjadi patner di proyek PLTU tersebut dengan menyetorkan modal sebesar Rp. 56 miliar dikonversi dengan kepemilikan 40% saham di PT. Cahaya Fajar Kaltim (CFK), perusahan patungan antara Perusda Kaltim dengan PT. Kaltim Electric Powerindo (Jawa Pos) yang nantinya akan dibentuk oleh Dahlan.
Namun apa lacur, Gubernur Kaltim jadi korban penipuan Dahlan Iskan. Modal Rp. 56 miliar tidak pernah disetor, uang APBD Rp. 96 miliar dikorupsi Dahlan, PLTU Embalut. 2 x 25 MW macet. Baru selesai tahun 2008 dan selalu alami kerusakan. Pemda Kaltim rugi, rakyat Kaltim menderita karena listrik yang dijanjikan tdk pernah ada. Akibat kejahatan Dahlan Iskan, nasib rakyat Kaltim ibarat kata pepatah : arang habis besi binasa.
Tidak adakah lagi tersisa aparat hukum dan pemimpin di negeri ini yang jujur dan berani sehingga membiarkan saja seorang anak manusia bernama Dahlan Iskan berbuat semaunya ?

Sosok Dahlan Iskan Si Penipu Besar dari Magetan Bag(1)

Gaya bicara seorang Dahlan Iskan ceplas ceplos, sering menceritakan kehidupan dan pengalaman masa lalu dan perilaku apa adanya memang sudah menjadi ciri khas seorang Dahlan Iskan yang kini dipercaya Presiden SBY sebagai Menteri BUMN. Karakter seperti Itu pula yang membuat pribadinya terkesan lugu, polos dan jujur sehingga banyak rakyat percaya terhadap kesan yang ditimbulkannya. Secara sekilas orang atau rakyat banyak hanya melihat dari jauh, mengetahui dari pemberitaan media atau menonton acara tentang diri dan kehidupannya yang memang penuh warna warni, perjuangan, kisah sukses sebagai pengusaha dan sebagai pejabat negara.

Budaya masyarakat Indonesia yang mudah percaya pada seseorang meski baru dikenal atau hanya mengetahui dari pemberitaan di media massa. Mayoritas rakyat bahkan malas mencari tahu referensi tentangnya, padahal niscaya mereka yang mau sedikit luangkan waktu untuk meneliti sosok Dahlan Iskan pasti semua hanya bisa terkesima, terbengong – bengong penuh rasa tidak percaya dan mungkin sekali muncul amarah luar biasa terhadap sosok pribadi Dahlan Iskan yang sebenarnya.m
Bertopeng Keluguan

Dengan menggunakan topeng keluguannya, Pak Bos, demikian Dahlan Iskan biasa disapa para anak buahnya di lingkungan Jawa Pos Grup, sangat mudah memperdaya siapa saja demi tujuan tersembunyi dibalik keluguan dan keramahannya. Sudah banyak bukti dan korban dari jurus ampuh ‘keluguan’ yang ditampilkan Pak Bos terutama kepada orang – orang tertentu yang menjadi target mangsa penipuannya.
Sesuai dengan falsafah hidup Dahlan Iskan yang selalu diutarakannya kepada orang – orang terdekatnya, “Pencitraan adalah segala – galanya. Jika citra diri kita sangat bagus di mata orang dan masyarakat luas, kita dapat melakukan apa saja. Semua pasti percaya bahwa apa yang kita lakukan adalah benar dan baik”. Itulah kunci rahasia ‘kesuksesan’ Dahlan Iskan yang sepanjang hayatnya selalu menipu orang lain dan merugikan negara.

Makna lugu sejatinya adalah tidak banyak tingkah dan bersahaja. Tidak Banyak Tingkah tercitra dari sikapnya yang mengagungkan ‘kerja…kerja…kerja…’. Bersahaja nampak dari kebiasaan berpakaian dan bersepatu khas terkesan mengabaikan aturan protokoler kenegaraan, bahkan kalau perlu meminjam pakaian sopirnya (anehnya tetap mengumumkan ke publik melalui media massa yang dikuasainya. Bersahaja kok senangnya sengaja mengumumkan dan mempertontonkan keluguan).
Begitu pula soal ‘apa adanya’. Tanpa tedeng aling-aling. Dahlan, bahkan terlampau sering mengucap dan begitu bangga menyebut kalimat ‘apa adanya’ untuk menggambarkan pola pikir yang berakhir pada setiap tindakannya. Namun, ‘apa adanya’ Dahlan sering tidak pada tempatnya. Lebih cenderung ke sikap grusa grusu. Mudah saja mencarikan contoh atas sikapnya yang mengagungkan ‘apa adanya’ dan ternyata justru tidak pada tempatnya.

Misalnya sikap grusa-grusu saat tak sabar hati dengan antrian kendaraan di pintu Tol Semanggi menuju Slipi, Selasa (20/3/12). Benarkah? Tidak. Faktanya, saat itu hanya ada antrian 30 kendaraan. Kondisi yang sangat sangat wajar dibanding jutaan kendaraan yang lalu lalang di jalanan Jakarta. Sikap itu justru jadi cermin bahwa Dahlan, jika berkuasa akan seenaknya sendiri dengan dalih sikap ‘apa adanya’. Padahal, jika dipikir dengan nalar normal, sekaya apapun orang itu, pasti berpikir keras sebelum membuka paksa pintu tol, membuang kursi dari ruang kerja petugas gerbang tol dan memerintahkan mobil-mobil itu menikmati jalan tol tanpa bayar. Sebab, ada ancaman hukuman yang menanti pelaku pembuka paksa pintu tol.
Namun, Dahlan bebas dan tidak tersentuh, karena posisinya sebagai Menteri BUMN, ‘pemilik’ pengelola jalan tol itu. Indikasinya gampang saja. Kalau memang Dahlan care, mengapa tindakan itu tidak dilakukannya saat menjabat sebagai Dirut PT PLN, atau ketika dia belum jadi pejabat. Dalam bahasa sederhana, kalau tindakan anarkis terhadap pintu tol itu dilakukannya, Dahlan juga bisa membayar kerugian dari uangnya yang tanpa seri.

Tapi itu lah Dahlan. Grusa grusu karena merasa ‘adi gang dan adi gung’ lebih tepat ketimbang perkara sikap ‘apa adanya’. Karena tidak mungkin ada yang berani menindaknya, maka Dahlan berbuat seenaknya. Ada idiom di kalangan orang dekat Dahlan soal kejujuran. Jika Anda bertanya pada 100 anak buah Dahlan soal kejujuran ‘Pak Bos’, maka akan ada 200 jawaban yang menyebut tidak.

Sejak menjadi orang kuat (Bos Jawa Pos Grup, Raja Media RI) Dahlan sudah dikenal tidak jujur. Ironisnya, ketidakjujuran itu begitu nampak tanpa perlu melakukan investigasi. Penyelewengan dana sumbangan pembaca untuk korban tsunami Maumere adalah contoh paling mudah. Jangankan menghukum dan menindak pelakunya, Dahlan bahkan nyaris tidak pernah bersedia membicarakan kasus penyelewengan amanah tersebut.

Sebut saja soal penjualan klub sepakbola Mitra Surabaya. Dengan status milik publik, karena menjual ribuan saham ke masyarakat, Dahlan dengan enteng, menjualnya saat tim itu sudah tidak memberinya peluang meraup keuntungan finansial dan sosial. Ironisnya, penjualannya tanpa proses administrasi layaknya sebuah institusi ‘go public’.

Yang terbaru adalah tulisannya soal Evan Dimas. Kapten tim nasional PSSI U-19 yang sukses menjuarai Piala AFF U-19, September lalu. Beberapa hari setelah sukses anak-anak muda itu, Dahlan dengan enteng meng-klaim bahwa Evan Dimas adalah hasil pembinaan sebuah tim yang dulu didirikannya (maksudnya tentu Mitra Surabaya itu).

adahal siapapun tahu, Mitra Surabaya itu sebuah tim hasil hibah dari A Wenas, pendiri sekaligus pemilik Niac Mitra, klub yang kemudian berubah menjadi Mitra Surabaya lalu terakhir berubah nama menjadi Mitra Kukar. Sedangkan Evan Dimas sendiri adalah mantan anak didik sekolah sepakbola Mitra Surabaya yang didirikan Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror pada 7 Juni 1998. (Bersambung)



Kenapa Para Tokoh Unggulan Akhirnya Terjerat Kasus Korupsi?


Siapa yang tidak kenal reputasi luar biasa bagus yang sebelumnya melekat pada pribadi tokoh – tokoh unggulan dan teladan di kampusnya, di kancah nasional dan di panggung dunia internasional seperti : Prof. Dr. Rudi Rubiandini, Prof Dr. Rokhim Dahuri, Prof. Dr. Nazaruddim Sjamsudin dan seterusnya sebelum mereka tersungkur terjerembab menjadi tersangka, terdakwa dan akhirnya terpidana korupsi ?

Siapa yang tidak menyesalkan jeratan kasus pidana korupsi terhadap diri mereka ? Kasus korupsi yang menyesakan dada dan disesalkan seluruh rakyat Indonesia ? Apakah semua itu harus terjadi ? Apakah semua itu terjadi begitu saja ? Apakah karakter mereka mendadak berubah setelah beralih profesi dari ilmuan akademisi menjadi koruptor atau memang ada skenario konspirasi dari pihak tertentu yang sengaja merancang jebakan untuk menjerat dan mengkriminalisasi para tokoh teladan moral dan integritas bangsa itu ?

Mari kita bahas ungkap semuanya agar tidak menjadi preseden berkepanjangan di kemudian hari. Agar kasus mereka dapat menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali terutama terhadap tokoh – tokoh akademisi kampus berintegritas tinggi yang saat ini menjadi teladan dan suatu saat nanti ditunjuk menjadi pejabat tinggi negara memimpin sebuah instansi atau institusi negara yang besar dan strategis.

Rokhim Dahuri sosok akademisi cemerlang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terjatuh hanya karena beliau mengumpulkan sumbangan dari pihak rekanan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mana uang sumbangan tersebut bersifat sukarela, tercatat secara rapi sebagai ganti dari kebijakan beliau menghapuskan dan melarang suap di lingkungan Kementeriam KP. Beliau terbukti tidak menggunakan uang sumbangan rekanan tersebut untuk kepentingan memperkaya diri, keluarga atau kroni – kroninya. Uang tersebut lebih banyak digunakan untuk sumbangan kegiatan sosial atau kegiatan tokoh – tokoh tertentu diantaranya Amien Rais yang kemudian terungkap ke publik dan menjadi salah satu penyebab Rokhim dijadikan tersangka korupsi, lalu divonis bersalah. Beliau jadi narapidana korupsi dan dipenjarakan. Sungguh mengenaskan !

Nazaruddin Sjamsuddin, siapa yang meragukan jasa luar biasa beliau ketika sukses mengemban amanah selaku Ketua Komisi Pemiliha Umum (KPU) RI yang menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun 2004, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara langsung dan sangat demokratis di Indonesia. Ditengah – tengah hampir semua pihak sebelumnya meragukan keberhasilan beliau mensuksekan pemilu /pilpres. Beliau adalah figur unggulan dari Universitas Indonesia (UI), baik keilmuan, moral, integritas dan kredibilitas Nazaruddin Sjamsuddin yang terkenal sampai ke seluruh dunia, namun akhirnya terpelanting, dituduh menerima suap dan merugikan negara (padahal tidak benar) serta divonis bersalah. Sungguh sangat mengenaskan !

Rudi Rubiandini dosen teladan dan terpintar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terperangkap konspirasi mafia migas Indonesia yang bekerjasama dengan oknum – oknum KPK yang kemudian menjadikannya sebagai tersangka kasus suap ratusan ribu US$ yang sampai sekarang belum jelas motifnya. Namun, bagaimana pun juga, beliau kini menjadi pesakitan KPK. Tanpa rakyat banhak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Sungguh amat sangat mengenaskan !

Pelajaran apa dapat kita petik dari musibah menimpa tokoh – tokoh tersebut di atas ? Kenapa nasib mereka bisa berubah drastis dari seorang pahlawan dan teladan menjadi orang yang terpinggirkan ? Kenapa mereka tidak mampu, tidak kuasa, tidak berhasil menghadapi jebakan dan perangkap para mafia dan oknum – oknum aparat hukum antek kaki tangan para mafia ? Satu hal kita, seluruh rakyat Indonesia, harus mencamkan bahwa mereka tersebut di atas, para tokoh unggulan dan teladan itu sesungguhnya tidaklah berubah dari karakter asli mereka yang berintegritas dan bermoral tinggi.

Mereka menjadi korban keadaan. Mereka dikondisikan untuk menjadi penjahat dan koruptor. Mereka adalah para teladan yang jadi tumbal permainan elit kekuasaan …miris.

Kepada seluruh tokoh terutama di lingkungan akademis, berhati – hatilah jika anda semua mendapatkan amanah ditunjuk menjadi pejabat tinggi negara di birokarasi pemerintahan atau negara. Dunia kekuasaan itu berbeda dengan dunia kampus. Banyak penjahat, mafia, bajingan penguasa yang tampil di depan dengan wajah malaikat berkedok demi rakyat padahal mereka adalah Iblis Durjana. Mereka tidak sungkan – sungkan mengancurkan anda semua jika tidak bersedia memenuhi keinginan mereka atau mereka menganggap anda semua telah merugikan kepentingannya dengan kehadiran anda sebagai pejabat negara.

Ketika anda masuk ke lingkungan dunia kekuasaaan melalui penunjukan / pengangkatan anda sebagai pejabat negara, sesungguhnya anda sudah berada dalam ancaman cengkraman mereka. Anda seperti perawan di sarang penyamun. Waspadalah …waspadalah …seperti nasihat Bang Napi. Sekian. Terima kasih.

Kamis, 12 Desember 2013

Pelecehan Seksual Ulin Yusron pada Konsultan Cantik Edelman

Gue temen deketnya Safira Mardjono yang sekarang bekerja sebagai salah satu staff konsultan di Indopacific Edelman. Sebelum gabung ke Indopacific, Safira bekerja di koran The Jakarta Post. Dan Safira juga dikenal sebagai penulis buku In Between Euphoria and Melancholy (lihat foto di atas).

Memutuskan pindah jalur dan bekerja sebagai konsultan, Safira cerita ke gue karirnya disini bakal lebih baik. Walaupun Safira pernah cerita, kok pindah jadi konsultan ujung-ujungnya cuma nulis Press Rilis buat media dan wartawan, tapi gue tau semangat dia masih gede dan serius geluti karir barunya.

Temen gue yang satu ini emang cakep, wajar kalo banyak yang demen. Safira pun tau dan selalu mawas diri. Dia juga selalu ingin keliatan low profile. Walaupun menurut gue, sebiasa-biasanya dia dress up, pakai baju paling kasual pun, tetep aja keliatan wah he3


Tapi Safira betul-betul nggak nyangka kalo dirinya bakal menerima pelecehan seksual dari wartawan. At least, itu nggak pernah kepikiran waktu Safira pindah jalur dari wartawan jadi konsultan.

Makanya dia kaget banget waktu dilecehkan secara seksual oleh wartawan Jurnal Parlemen namanya Ulin Ni’am Yusron waktu acara di Singapur. Indopacific pada 16 November kemaren bikin acara semacam training gitu di Singapur dan mengundang beberapa wartawan, termasuk si Ulin ini.

Gue sebagai temen deket Safira maklum banget kalo banyak yang tertarik sama gadis pinter dan berkarakter ini. Makanya gue nggak heran kalo Ulin mungkin tertarik sama Safira.

Tapi dari curhatnya Safira, ternyata Ulin kurang ajar banget. Selama acara di Singapur, Ulin terus aja nempelin Safira. Awalnya modus ngobrol-ngobrol biasa, lalu mulai deh narsisnya Ulin cerita-cerita kalo dia yang bikin portal beritasatu.com. Terus dia juga cerita kalo punya servis detektif swasta namanya kalo nggak salah Aviyasa Consulting. 

Terus dia cerita juga soal portal beritasatu.com yang dia bangun dengan dana ratusan juta rupiah akhirnya harus dijual ke Lippo Group karena masalah keuangan. Kalo menurut gue sih, palingan karena bad manajemen ajah, makanya sampe harus dijual. 

Masih kurang narsis, Ulin juga cerita-cerita kalo dia sekarang cuma wartawan biasa di jurnal parlemen. Maksudnya palingan pengen bilang kalo dia pernah jadi bos, terus jatuh bangkrut, terus survive jadi bawahan lagi.

Intinya kalo gue bilang sih pengen cari perhatian aja dari Safira.

Yang paling kurang ajar tuh ya, masak si Ulin ngajakin Safira ML (Making Love) selama acara di Singapur. Pelecehan seksual Ulin dilakukan terang-terangan. Ngajak ML sambil colek-colek si Safira. Jijik banget nggak sih kelakuannya?

Dan kata Safira, pelecehan seksual Ulin nggak terjadi sekali. Selama 2 hari berturut-turut Ulin coba-coba tawarin mau ML apa nggak sama dia. Gila aja. Dan nggak cuma pelecehan seksual secara verbal ajah, pakai colek-colek segala. Udah ditolak, dimarahin sama Safira, masih ajah terus-terusan ngajak ML sambil colek-colek. Kampungan. Masak kelakuan wartawan begitu.
Sori-sori aja ya temenku yang cakeeepp.. Nggak ada maksud jelek kok disini. Gue yang bongkar disini, supaya publik tau kalo Ulin udah kurang ajar sama loe.

Emang bangsat tuh kelakuan si Ulin. Hans David ajah sampe kesel banget sama si Ulin.

Buat yang belum tau muke si pelaku pelecehan seksual, nih gue kasih fotonyah



Banyak gaya, nggak taunya tipe yang suka ngerendahin cewek. Bajingan kau Ulin.

*dedicated to Safira Mardjono yang telah menerima perlakuan tidak menyenangkan pelecehan seksual dari Ulin Ni'am Yusron dan akhirnya harus menghapus akunnya di Twitter. Indopacific Edelman, kantor tempatnya bekerja pun meminta Safira tidak merespon apalagi maju ke jalur hukum, karena tidak ingin berbenturan dengan wartawan. Indopacific malah membantu Ulin mendesak Kompasiana dan Kaskus untuk menghapus tulisan ini agar tidak terblow up.

Surat Sakti Dahlan Iskan Muluskan 4 Ladang Migas Cepu Pertamina EP Ke Geo Corp

PT Pertamina (Persero) menyerahkan 4 ladang tua Enchanced Oil Recovery (EOR) Migas di Blok Cepu yang dikelola anak usaha PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PT EP) kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Geo Minergy Corporation, langkah ini disayangkan oleh sejumlah pihak karena lapangan migas di Cepu dikatakan salah satu andalan perseroan untuk meningkatkan produksi minyak mentah dan kondensat, namun justru diserahkan kepihak asing melalui Kersama Sama Operasional (KSO) Pertamina EP dengan Geo Cepu Corporation. Namun di sisi lain perusahaan BUMN ini malah ingin mengambil alih Blok Mahakam dan Siak dari PT Total dan PT Chevron, sementara lapangan yang ada justru diserahkan kepada pihak ketiga.

Dari informasi yang dihimpun oleh beritaheadline.com bahwa keputusan Pertamina tersebut, ternyata didasari oleh campur tangan Menteri BUMN Dahlan Iskan karena secara pribadi mengenal Direktur Geo Cepu, Gunawan Hadi yang sebelumnya menyerahkan surat curhatan kepada Dahlan dan pada ujung-ujungnya Dahlan justru memberikan memo kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dan oleh Karen diteruskan lagi dengan mengeluarkan disposisi kepada Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Afdal Bahaudin serta Direktur Hulu Muhammad Husen untuk dibahas dalam rapat direksi.

“Masukan dari Pak Dahlan. Bahas di BOD yaa bersama-sama dengan PTEP,” demikian kutipan tulisan tangan Karen Agustiawan pada (22/07/2013) di lembar penerus disposisi.

PT Pertamina (Persero) akhirnya membahas disposisi dari Dahlan Iskan tersebut dan lima hari kemudian atau pada (29/07/2013) antara PT Pertamina dengan Geo Corp menandatangani kesepakatan rencana kerjasama peningkatan produksi melalui EOR.

Sungguh sakti surat memo dari Dahlan Iskan sehingga menggugah PT Pertamina (Persero) untuk menunjuk Geo Corp sebagai mitra di Blok Cepu. Padahal proposal Geo Corp pernah dibahas oleh perusahaan BUMN itu setahun lalu dan belum ada tanggapan kapan penyerahan pengelolaan sumur-sumur tua itu akan dilakukan.

Namun yang lebih anehnya lagi bahwa, pada tanggal (02/08/2013) PT Pertamina (Persero) mengubah pedoman kerjasama usaha hulu (KSO) pada wilayah kerja PT Pertamina EP yang berisi tentang diperbolehkannya mekanisme penunjukan langsung mitra KSO dalam kondisi darurat atau mendesak, sementara sebelumnya mitra KSO diharuskan melalui sejumlah proses tender (beauty contest).

Sementara, Anggota DPR RI Bobby Rizaldi menyayangkan keputusan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan Penunjukan Langsung (PL) kepada KKKS Geo Corp tersebut, seharusnya sebelum dilakukan PL harusnya melalui sejumlah proses tender. Namun dalam waktu dekat, Fraksi Golkar dari Komisi 7 DPR RI akan segera memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan terkait keputusan pemberian 4 ladang Migas tanpa melalui sejumlah proses tender.

“Tidak ada hal lain kecuali kita akan memanggil dan meminta penjelasan Ibu Karen, terkait keputusannya tersebut,” tutur Bobby sesaat menghadiri seminar Geothermal dari FWESDM pada kamis siang, (12/12/2013) di Jakarta Pusat.

Bobby menjelaskan, terkait surat disposisi Dahlan Iskan tidak menjadi persoalan, karena yang membuat keputusan dan kebijakan adalah Dirut Pertamina, sehingga tangg

Rabu, 11 Desember 2013

Surga Bumi Sumatera

“Bumi Parahiyangan diciptakan Tuhan kala Dia tersenyum,” demikian kita sering mendengar ucapan orang yang hendak melukiskan betapa indahnya bumi dan alam Jawa Barat khususnya Bandung dan sekitarnya.

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan alam Bandung ? Kota yang sampai saat ini menjadi tujuan terfavorit mayoritas warga Jakarta yang ingin lepaskan penat dengan berakhir pekan nikmati pesona luar biasa alam kota Bandung.

Geografi Bandung yang merupakan kawasan dataran tinggi menghadirkan hawa pegunungan yang sejuk dan segar. Seolah-olah menjadi vitamin bagi para jiwa yang kering setelah berhari-hari berpacu dengan waktu dan pekerjaan.

Kita tidak usah ragukan lagi luar biasanya pesona keindahan alam bumi parahiyangan itu. Namun apakah kita tahu bahwa nun jauh di sana, di tengah-tengah pulau Sumatera, juga ada surga yang menghanyutkan jiwa ? Surga yang terlupakan karena jarang dipromosi  media, surga yang jarang dijamah kaki - kaki wisatawan karena minimnya iklan dan pengetahuan.

Sumatera Barat adalah propinsi dengan pesona alamnya yang menakjubkan. Jika hanya punya waktu sepekan, tak akan cukup bagi kita untuk merasakan semua keindahan alam minangkabau ciptaan Tuhan Yang Kuasa.

Bicara mengenai potensi pariwisata Sumatera Barat adalah bicara yang tidak pernah ada habisnya. Mulai dari daya tarik keindahaan Danau Maninjau, Singkarak sampai Danau Di Atas dan Danau Dibawah. Kedua danau terakhir  ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar. Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kabupaten Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang. Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki. Di sekitar danau ditanam pohon buah markisa dan aneka pohon buah serta sayur mayur. Semua ini menakjubkan mata siapa pun yang memandangnya.

Alam Minangkabau yang terletak di sepanjang ‘punggung’ pegunungan bukit barisan itu menghadirkan pula indahnya pemandangan pegunungan yang mengelilingi propinsi Sumatera Barat. Kita dapat  menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang atau Gunung Sago atau kota pemandangan kota Padang yang disaksikan dari pucak bukit  yang dikenal nama Sitinjau Laut. Amazing !

Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang sangat menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.

Masih di sekitar luar kota Payakumbuh, kita akan menemukan Lembah Harau yang merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian 100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Cagar alam ini menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.

Bosan dengan suasana pegunungan, kita bisa berwisata pantai dan laut di Pulau Sikuai yang merupakan salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang. Di pulau yang sangat eksotis ini kita dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua dan tiga. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang hobi  petualangan alam.

Banyak lagi daerah lokasi tujuan wisata di seantero Sumatera Barat. Ada Kawasan Bukit Langkisau, Jembatan Akar yang sangat unik karena terbuat dari akar dua pohon beringin yang saling bertautan. Bagi wisatawan yang hobi berselancar (surfing) dapat menjajal kemampuannya dengan ombak Mentawai, Siberut dan Sipora. Luar biasa !

Bukan hanya keindahan alam Sumatera Barat yang menjadikannya pantas kita juluki “Surga di Tenga Sumatera”, kekayaan sumber daya alam minangkabau juga menjadi legitimasi predikat surga itu. Baru-baru ini ditemukan cadangan minyak bumi yang cukup besar di cekungan atau Blok  Singkarak dan cadangan emas yang sangat besar di Solok Selatan.  Tidak cukup hanya di situ, BPPT pun kemudian menemukan cadangan minyak yang diperkirakan sangat besar di sekitar pulau Mentawai, setelah sebelumnya ditemukan cadangan minyak bumi yang sangat besar yakni sekitar 320 milyar barrel di perairan timur Pulau  Semeulue, Nangroe Aceh Darussalam.

Sumatera Barat adalah propinsi dengan kekayaan batu kapur terbesar di Indonesia. Penemuan demi penemuan cadangan kekayaan alam mineral terus terjadi, yang seharusnya mampu mengantarkan penduduk Sumatera Barat benar-benar menjadi penghuni surga yang sesungguhnya.